Selasa, 21 April 2015

Berpikir Positif Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah - Apakah benar demikian ? Bukankah kita sering mendengar bahwa dengan berpikir positif segalanya akan menjadi lebih baik ? Untuk mendapat jawaban dari pertanyaan tersebut, yuk mari simak artikel berikut ini.

Apa itu Berpikir Positif ?

Definisi berpikir positif sangat banyak, namun sederhananya adalah memandang segala sesuatu dari segi positifnya. Jadi, segala sesuatu yang terjadi kita pandang secara positif.
Namun, saya mencoba mencari definisi berpikir positif lainnya. Dan, saya menemukan definisi yang menurut saya sudah tepat. Berikut definisinya :
Positive thinking is a mental technique, that must practiced wisely. It should not be misused to repress feelings or problems. Positive thinking must used sensitively and healingly. Wikipedia: Optimism is a mental attitude that interprets situations and events as being best (optimized). (Wikiversity, 2014,  "Happiness/Positive Thinking". http://en.wikiversity.org/wiki/Happiness/Positive_thinking)
Berpikir positif adalah sebuah teknik mental, yang harus dipraktekan dengan bijak. Hal itu semestinya tidak disalah gunakan untuk menekan perasaan atau masalah. Berpikir positif semestinya digunakan secara sensitif dan digunakan untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik. Wikipedia : Optimisme adalah sebuah sikap mental yang menginterpretasikan situasi dan kejadian sebagai sesuatu yang terbaik.

Lalu, Bagaimana dengan Berpikir Positif Tidak Selalu Menyelesaikan Masalah ?

Ya. Pendapat ini benar. Ini disebabkan banyak penggunaan kata-kata berpikir positif secara tidak tepat. Misalnya apa ? Begini, kita tahu bahwa menggunakan helm adalah suatu kewajiban bagi pengguna kendaraan bermotor. Ini bertujuan agar kita terhindar dari kecelakaan. Jika kita salah menggunakan kata "berpikir positif", maka kita dapat saja berkata "dijalan tidak akan terjadi apa-apa, saya berpikir positif bahwa saya akan aman".
Jika kita membaca definisi diatas, salah satunya dikatakan : "It should not be missused to repress feelings or problems" atau "Semestinya tidak disalah gunakan untuk menekan perasaan atau masalah". Maksudnya adalah ketika kita sedang mengalami masalah, katakanlah hutang tapi kita berkata hutang adalah sesuatu yang baik karena kita yakin bisa membayarnya. Dalam keadaan mepet, hal ini memang ada benarnya. Tapi, akan jadi mengerikan apabila kita terus menerus menggunakan pola pikir seperti ini.
Contoh lainnya adalah saat kita ingin bepergian dengan jalan kaki dan cuaca menunjukkan bahwa akan turun hujan, tapi kita nekat tidak membawa payung dengan alasan hari akan baik-baik saja. Tentu saja, ini merupakan kekeliruan. Kita tidak dapat mengendalikan cuaca, jika hari sedang hujan walau bagaimanapun hari akan tetap hujan. Jika hari sedang panas, bagaimanapun hari akan panas. Hal ini tidak bisa kita rubah dengan berpikir positif. Sehingga, cara terbaik adalah tetap melakukan apa yang semestinya harus kita lakukan. Dan bukan malah mengabaikannya. Jika kita memang harus membaya payung, maka bawalah payung itu. Pertanyaannya adalah apakah kita tetap melangkah dengan berpikir positif atau hanya berpikir positif saja ?

Sumber terkait :
Wikiversity. 2014.  "Happiness/Positive Thinking". http://en.wikiversity.org/wiki/Happiness/Positive_thinking. Diakses pada 5 Maret 2015 pukul 12:00.
Kandani, Haryanto. "Sikap Positif bukan Segalanya". http://haryantokandani.com/artikel-motivasi/sikap-positif-bukan-segalanya.html. Diakses pada 5 Maret 2015 pukul 12:00

0 komentar:

Posting Komentar